Thursday, October 12, 2017

PENGERTIAN DASAR-DASAR EDITING


Editing adalah sebuah proses kerja yang dilakukan oleh seorang Editor, yaitu memotong, meramu, menggabungkan gambar-gambar sehingga menjadi sebuah cerita yang utuh dan dapat dimengerti.
Saat ini sudah banyak software editing video yang beredar di seluruh dunia mulai dari yang khusus pemula sampai yang dipergunakan oleh kalangan Profesional. Contohnya adalah AdobePremiere Pro, Final Cut Pro, Corel Video Studio, Pinnacle, Sony Vegas Pro, dan masih banyak yang lainya.
Secara pengertian Proses editing merupakan proses tahap akhir pada sebuah proses produksi sebuah film, editing sendiri terbagi kedalam 2 kategori yaitu Editing Offline dan Editing Online.

Editing Offline merupakan salah satu tahap dalam proses editing yaitu memotong gambar dalam bentuk kasar menambah backsound dan bila diperlkan menambahkan VO(voice over).

Editing Online merupakan tahaplanjutan dari tahap pertama disini potongan gambar yang masih kasar disempurnakan dengan cara memberikan efek-efek pada gambar tersebut sesuai dengan kebutuhan, dan menyempurnakan audio yang masih kasar. Jadi pada tahap ini masalah finising diperhatikan, baik dan tidaknya sebuah hasil tergantung pada tahap ini.


Selain itu pada tahap editing ada bebrapa hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah kontinuitas gambar yaitu kesinambungan gambar dari satu ke yang lainnya. Aspek ini harus diperhatikan bagi para editor karena kontinuitas gambar sangat diperlukan dalam sebuah film, karena kontinuitas gambar akan membantu penonoton untuk memahmi isi cerita pada film tersebut.

FUNGSI EDITING


Dengan demikian bila dilihat dari definisi yang ada, maka sebenarnya editing mempunyai fungsi antara lain:
  1. Menyusun
  2. Memotong
  3. Menggabungkan
  4. Membetulkan
  5. Membangun
1.             Menyusun (Arrange)
Mengorganisasi atau menyusun ulang gambar bergerak (A/V – Audio Video) sesuai dengan ide cerita yang ingin disampaikan. Susunan ini disesuaikan dengan script awal dan hasil produksi. Meskipun sejak prapoduksi konsep cerita telah dibuat tetapi dibeberapa kasus produksi program acara televise dan film, editing menjadi penentu akhir hingga tak jarang sebuah cerita berubah di meja editing dengan catatan base ceritanya tidak berubah supaya tujuan yang inginkan sampai. Proses penyusunan dapat dilakukan di atas kertas (paper edit) berdasarkan hasil transkip dan EDL (Editing Decition List)

2.             Memotong (Trimming)
Istilah memotong bukan berarti menghilangkan bagian (A/V) sisa yang tak terpakai dan membuangnya begitu saja, memotong disini adalah memendekan (A/V) sesuai dengan penempatan waktu sebuah cerita. Sebagai contoh dalam produksi program acara televisi Nondrama seperti documenter terkadang master video hasil shooting bisa menghabiskan berjam –jam durasi berbanding terbalik dengan durasi nyata yang anda perlukan hanya sekitar 15 menit atau 30 menit, pemendekan master video mutlak diperlukan. Pertimbangan utama pada saat anda memotong (A/V) adalah cutting point (Ketepatan dalam memotong) dan juga factor lainnya yang akan dijelaskan di artikel berikutnya, disinilah kekuatan utama seorang editor. Bagi anda editor pemula akan menemui kesulitan pada saat akan memotong gambar karena pengalaman yang belum cukup, disarankan ada baiknya editor pemula wajib disupervisi oleh senior editor.

PENGERTIAN PASCAPRODUKSI (EDITING)


Pascaproduksi atau istilah lainnya postproduction adalah tahapan akhir dari sebuah proses rangkaian pembuatan karya visual, dalam hal ini penulis mengaitkannya dengan program acara televise baik news, drama dan nondrama. Terkadang proses pascaproduksi tersepelekan karena memang kita berfikir bahwa semua akan diserahkan kepada editor, padahal mestinya editor juga harus terlibat dari awal dalam merancang sebuah pembuatan program acara televise ataupun film caranya anatara lain berdiskusi dengan sutradara dan crew inti lainnya yang terlibat. Kemudian editor membuat semacam rancangan editing untuk diserahkan kepada produser dan sutradara, rancangan itulah yang disebut dengan EDL (Editing Decition List). Hal ini bertujuan agar dalam proses pascaproduksi lebih mudah dan lebih matang dan tentunya lebih cepat.

Meskipun tidak mutlak seorang editor terlibat dalam proses praproduksi dan produksi, tetapi ini akan menjadi saran yang baik agar dalam proses pengeditan dan proses syuting berjalan lancar. Keberadaan seorang editor juga dapat menjadi penasihat, karena biasanya seorang sutradara memerlukan pertimbangan teknik khususnya untuk hasil akhir karya visual.

Beberapa definisi editing:

Monday, October 9, 2017

SEJARAH SINGKAT EDITING FILM

D.W. Griffith
Sejarah awal editing itu muncul setelah adanya pemutaran film bisu milik Lumiere Frere alias Lumiere bersaudara, masing-masing bernama Louis Jean Lumiere dan Auguste Marie Louise Lumiere, lewat judul La Sortie Des Usines (1895). Film ini dibuat dengan shot dan posisi kamera yang statis. Beberapa sineas kemudian melakukan eksperimen dengan mencoba menyusun sejumlah shot sambil mempelajari sejauh mana gambar dapat disusun sedemikian rupa, sehingga memiliki kemampuan untuk merangsang emosi dan membentuk atau memutarbalikan persepsi.
mengingat tugas utama seorang editor adalah melibatkan dua unsur dalam diri manusia yakni unsur emosional (antara lain: membuat mereka tertawa, menangis/berteriak, menjerit ketakutan, dll) dan unsur mental (antara lain: membuat mereka berpikir, mengira, mengantispasi, dll). Dalam catatan sejarah ada 3 tokoh utama dalam editing dunia yakni:
  1. David Llewlyn Work Griffith (D.W. Griffith), dengan teori Dramatic Emphasis. Lahir di LaGrange, Kentucky, 22 Januari 1875, meninggal di Holliwood, 23 juli 1948.
  2. Vsevolod Illarionovich Pudovkin (Poedovkin), dengan teori Constructive Editing. Lahir di Penza, Russian Empire yang sekarang menjadi Russia 28 Februari 1893 meninggal di Riga, Latelevisian SSR, USSR yang sekarang menjadi Latelevisiia pada 30 Juni 1953.
  3. Sergei Eisenstein, dengan teori Intellectual Montage. Lahir 23 Januari 1898 Riga, Kekaisaran Rusia meninggal 11 Februari 1948 di Moskwa, Uni Soviet.